senyum itu sungguh menjadi tipuan yang sangat baik.. menjalani hari seperti orang normal pada umumnya, namun hal itu tidak sepenuhnya benar.. di dalam setiap tindakan dan aktifitas normal yang dilakukan, ada begitu banyak perasaan yang dipendam, ditahan, menunggu waktu tenang, waktu sendiri, untuk keluar dan menunjukkan wujud aslinya.
sungguh mengerikan bila kita menyadari bahwa tidak semua orang yang terlihat baik, ramah, murah senyum, justru menangis paling kencang, dan terdiam paling lama. di sudut kamar dengan lilin yang menyala dan kegelapan menyelimuti di tengah malam yang dingin. hanya bergantung pada nyala lilin untuk menghangatkan diri, tak terasa rasa dingin justru yang hadir. air mata membasahi pipi dan turun ke bibir. rasa asin menjadi rasa yang biasa, bahkan mengalahkan rasa pahit dari kopi yang diminum setiap hari.
tertawa dan bersosialisasi sesama kolega, lawakan dan obrolan yang dikemukakan untuk membuat cair suasana dilakukannya demi orang lain. dia lupa bahwa seharusnya dialah yang seharusnya dibuat tertawa. namun orang lain tidak melihat, dan dia tidak ingin orang lain melihat, bukan karena dia malu. tapi salah satunya karena dia tidak yakin orang akan melihat apa yang dia tampilkan. bahkan dia saja sendiri lupa bagaimana wujud dirinya di depan cermin di dalam kamar.
sama seperti cuaca di luar, ketika pagi hari panas, namun di sore dan malam hari hujan. begitu pula dengan cuaca hatinya. bisa berubah sewaktu-waktu tanpa tanda yang jelas. mungkin, dia akan duduk di sofa atau kursi favoritnya sambil menyangkutkan earphone di telinganya. mendengar apapun yang terlintas saat itu di benaknya. terkadang, hujan turun juga saat itu, tidak deras, hanya gerimis kecil.
tak ingin orang lain kecewa dan menjadikan dirinya sebagai beban di mata orang lain yang dia kasihi. menutup diri adalah suatu kebiasaan, sehingga ia lupa rasanya bersama dengan orang lain. terbuka dengan orang lain. karena itu adalah hal yang berat. dia ingin dekat dengan orang, namun ingin kesendirian.
apa yang menjadi keinginannya, justru dia lakukan sebaliknya. apa yang diinginkan dan dikerjakan hanya berputar di dalam benaknya. tidak pernah ada yang selesai. dan semua itu menjadi tanda tanya besar dan sebuah kesimpulan yang besar. bahwa kegagalan adalah teman sejatinya. apapun yang dia inginkan tidak pernah tercapai. sehingga, tidak pernah ada keinginan. yang dilakukan adalah menghabiskan harinya saja.