Thursday, July 31, 2008

komunikasi

Komunikasi sangat penting dalam membangun relasi.

Entah kenapa dalam setiap kita memulai suatu hubungan pasti dimulai dengan komunikasi, baik secara formal maupun tidak formal. ex: berjabat tangan, memperkenalkan diri, dan segala macamnya.

Memang tidak dapat dipungkiri kalau komunikasi sudah menjadi kebiasaan kita setiap hari sejak kita masih bayi.. Menangis, merengek, dan teman-temannya..adalah salah satu wujud komunikasi kita dengan orang lain. Jadi tanpa kita sadari berkomunikasi merupakan kebiasaan kita sejak kita masih kecil.

Namun, setelah kita beranjak dewasa seperti saat ini..aoakah kita masih menggunakan cara-cara berkomunikasi kita sewaktu kita masih kecil atau bahkan waktu bayi??

Yah..seharusnya seiring berjalan waktu menuju kedewasaan kita dapat mengungkapkan emosi kita dengan cara yang sepatutnya..tidak seperti waktu kita masih bayi..Kita bisa berbicara langsung dengan orang yang bersangkutan tidak seperti waktu kita masih bayi karena kita belum bisa berbicara.

Perkembangan kepribadian orang bisa dilihat dari cara dia berkomunikasi, contohnya kalau dia orangnya pemarah, sering kali dalam nada bicaranya agak sedikit meninggi. Atau kalau orang itu adalah pemalu dan atau tertutup, sering kali dia jarang sekali berkomunikasi (jadi ingat si penulis-red). Kalau orang itu genit, pasti juga kelihatan dari cara dia berbicara, yaitu dari nada-nada yang genit..hehehe...

Menurut penulis, komunikasi dapat dibagi menjadi dua, komunikasi tidak langsung dan komunikasi langsung...

Komunikasi langsung adalah komunikasi yang langsung kepada orang yang dituju tanpa perantara..(kaya jual rumah aja..tanpa perantara-red).. Ini adalah jenis komunikasi yang baik..karena di sini kita juga dapat melihat sikap mereka ketika berkomunikasi dengan kita..apakah orang itu malu-malu ataukah orang itu suka ngelirik-lirik orang lain. ataukah dia grogi serta gemetaran..Oleh karena itu kita dapat melihat sikap dia secara langsung...

Yang kedua adalah komunikasi tidak langsung, yang merupakan kebalikan dari komunikasi langsung. Komunikasi tidak langsung menggunakan perantara seperti telepon, tulisan, atau bahkan orang lain.

Ada keunggulan dan kekurangan dari masing-masing jenis komunikasi di atas, tetapi penulis menyarankan kalau masih bisa dan ada kesempatan ada baiknya jika kita menggunakan komunikasi langsung sebanyak mungkin. Karena dari situlah kita bisa melihat ekspresi asli dari orang lain..


Ada banyak alasan kenapa penulis akhirnya mengangkat tema komunikasi dalam judul blognya kali ini.. salah satunya adalah karena penulis merasa bahwa komunikasi dalam membina suatu relasi sangatlah penting. Entah itu relasi antara suami-istri, orang tua-anak, pacaran, pertemanan, persahabatan, dalam kelompok, atau hubungan kita dengan Tuhan..

Yah..ada banyak hal dari komunikasi yang dapat kita ambil dalam menilai hubungan seseorang dengan yang lain, antara lain:

1. Intensitas waktu yang dikorbankan untuk berkomunikasi
Hal ini merupakan hal yang penting dalam menilai kedekatan hubungan seseorang dengan orang lain. Contohnya dalam pacaran, waktu yang dibutuhkan untuk berkomunikasi pasti lebih banyak untuk pacarnya ketimbang dengan orang lain di muka bumi ini. Yup..tidak dapat dipungkuri dalam hubungan khusus dengan seseorang dibutuhkan tingkat komunikasi yang tinggi dengan otang tersebut. Misalnya, kalau dalam hubungan berpacaran tidak saling berkomunikasi, atau diem2an..patut dipertanyakan apa yang terjadi, karena memang tidak seharusnya demikian.
Namun, juga janganlah kita terlalu banyak memberikan waktu kita untuk orang-orang tertentu saja, karena dengan demikian membuat pergaulan kita menjadi tertutup dan kita terkesan menjadi ekslusif. Dalam pertemanan juga begitu, ketika kita mulai jarang berkomunikasi dengan mereka entah itu karena jarak yang memisahkan atau karena hal-hal yang lain, dapat dipastikan bahwa hubungan kita sudah merenggang dan bisa dikatakan menghilang..Yah itu juga merupakan pengalaman pribadi dari penulis, yang kehilangan banyak teman-temannya karena kurangnya komunikasi dengan teman-teman lamanya.
Hubungan kita dengan Tuhan juga bisa diukur seberapa lama kita mengorbankan waktu kita untukNya, meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa kualitas lebih baik daripada intensitas.

2. Bagaimana cara kita berkomunikasi
Banyak cara yang kita gunakan dalam berkomunikasi. Sepasang kekasih berkomunikasi dengan menggunakan surat (idih..jadul amat yah-red), Produser berkomunikasi dengan memasang iklan di papan reklame maupun di televisi kepada konsumen. Guru berkomunikasi kepada muridnya dengan berbicara di depan kelas. Sesama teman berkomunikasi dengan canda tawa. Sedangkan Tuhan berkomunikasi kepada kita dengan keadaan di sekeliling kita.
Semakin dekat kita dengan seseorang maka semakin kreatif kita untuk berkomunikasi dengan dia, apalagi kalau dalam hubungan seseorang dengan pacarnya (yang di tivi2 lho)..mereka berkomunikasi dengan hal-hal yang berbeda.

3. Bobot dalam komunikasi tersebut
Ketika kita masih berteman, kita hanya bicara hal-hal yang sama-sama kita sukai, ketika kita mulai bersahabat ada hal-hal yang bersifat pribadi yang kita ceritakan kepada mereka, dan seterusnya.
Isi dalam perbincangan kita dengan orang lain menunjukkan seberapa dekat kita dengan orang lain. Misalnya: kita hanya basa-basi dengan orang lain, itu berarti kita hanya tahu dan kenal nama dengan orang itu. Ketika kita sudah mulai membicarakan hal-hal yang dia suka berarti kita sudah agak mengenal orang itu, dan lain-lain...
Semakin berbobot atau dalam obrolan kita, maka semakin kita mengenal orang itu..

itu adalah indikator-indikator hubungan kita dengan seseorang dilihat dari sisi komunikasi.

Namun, tidak dapat dipungkiri sering sekali terjadi kesalahan komunikasi (miss komunikasi) dengan orang lain. Tentunya hal ini memang manusiawi karena kita memiliki pola pikir yang berbeda. Namun, hal ini dapat dihindari jika kita sering berkomunikasi dan ada keterbukaan dalam membangun relasi kita dengan orang lain.

Yah..inilah salah satu cara penulis berkomunikasi dengan orang lain, yaitu melalui tulisan.

karena penulis bukanlah ahli komunikasi, penulis mohon maaf apabila ada kata-kata yang tidak sesuai karena tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini..

Jagalah hubungan kalian dengan orang lain dengan keterbukaan dan kepercayaan satu sama yang lain..dan jangan lupakan pentingnya komunikasi di antara kalian...

Terima kasih...

God bless you...

No comments: