aku adalah sesorang yang cukup teledor dan kurang hati-hati sehingga aku sering sekali berhubungan dengan yang namanya jatuh.
Dahulu, aku adalah orang yang sangat hati-hati dan sering kali memperhatikan keadaan sekitar, namun aku cukup sering terjatuh karena tersandung batu-batu kecil atau benda-benda yang tidak tertangkap oleh kamera mata saya.
Lalu, seiring berjalannya waktu aku sudah merasa nyaman dengan keadaan sekelilingku sehingga aku tidak begitu hati-hati dan memperhatikan keadaan sekeliling. Maka pada suatu hari ketika aku bangun dari tidur dan karena keinginan yang menggebu-gebu untuk langsung bangun dan menyantap hidangan yang tersedia di meja makan, aku pun terjatuh dari tempat tidurku. Rasanya cukup menyakitkan waktu itu.
setelah aku terjatuh dari tempat tidur..aku pun melanjutkan hari itu dengan seperti biasanya. Melakukan aktivitas seperti biasanya, tidak ada yang berbeda. Namun, tampaknya sifat kehati-hatianku sudah mulai meluntur dan berkurang jauh..mungkin hal itu bisa terjadi akibat aku sudah mulai tidak peduli lagi dengan sekelilingku. Seiring dengan turunnya kehati-hatianku maka semakin bertambahnya intensitas jatuh yang aku miliki.
Aku sedang naik bis dan ketika aku mau turun, entah kenapa pikiranku terasa kosong, tidak fokus, dan lagi-lagi memikirkna hal-hal lain yang tidak ada hubungannya dengan tujuanku saat itu, yaitu turun dari bis. Dan akupun terjatuh. Terjatuh dengan sakitnya dan kerasnya membuat hampir seluruh tubuhku lecet dan terluka. Dibutuhkan banyak waktu untuk menyembuhkanku dari lukaku yang dapat dibilang cukup parah...
Namun..apakah aku akan berubah? apakah aku akan lebih berhati-hati?
ternyata tidak..aku terlalu fokus dengan hal-hal yang menjadi ambisi pribadiku..tidak memikirkan hal-hal lain sehingga aku tidak hati-hati dalam melangkah..
Dan akhirnya, aku sedang melangkah dalam sebuah ruangan besar yang menghubungkan satu ruangan dengan ruangan yang lainnya dengan tangga-tangga yang saling terhubung satu sama lain. Dan ketika aku sedang menuruni anak tangga satu persatu, aku lagi-lagi tidak berhati-hati dan terlalu terfokus pada hal yang merupakan tujuanku serta ambisiku.
Aku tidak peduli lagi degan sekeliling. Aku segera berlalri menuju ruangan selanjutnya yang berada tidak jauh lagi dengan tempat aku berada saat itu.
Aku berlari, tanpa ragu
Aku berlari, tanpa hati
Aku berlari, tanpa peduli keadaan sekitar.
Aku berlari, tanpa melihat sekelilingku.
Aku berlari, menuju sebuah pintu yang ada di depan mataku.
Aku berlari, dengan kencangnya.
Aku berlari, dan jatuh.
jatuh berguling-guling.
jatuh dengan muka di bawah.
jatuh dengan kerasnya.
jatuh dengan sakitnya.
jatuh dengan segala impianku.
jatuh dengan segala ambisiku.
jatuh tanpa mencapai tujuanku.
aku hanya bisa terdiam. Tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Hanya bisa memandang sebuah pintu yang ada di depan mata, yang tidak bisa aku gapai.
Menyesal. hanya itu yang ada di pikiranku.
Betapa bodohnya aku, tidak peduli dengan sekelilingku.
Betapa bodohnya aku, terlalu terfokus pada ambisiku.
Betapa bodohnya aku, telalu terburu-buru.
Menyesal, bodohnya aku.
Menyesal, tiada guna.
Menyesal, menyesal, dan menyesal.
Namun, aku tidak ingin larut dalam penyesalan yang tiada guna.
Aku ingin bangkit tapi sulit.
Aku ingin berjalan tapi tak sebentar.
Aku ingin sembuh tapi tak bisa hilang.
Aku ingin meraihnya lagi, tapi entahlah.
Sulit...
hanya itu yang terlintas. Semua tidak akan kembali seperti semula. Nasi telah menjadi bubur. Akhir yang manis kini telah sirna.
Aku akan berhati-hati lagi dan akan memedulikan sekelilingku ..
Paling tidak akan kucoba...
berjalan...
Thursday, August 14, 2008
jatuh
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
makanya jangan buru2!!
Post a Comment