lingkaran adalah bangun ruang yang spesial
hanya memiliki satu sisi
hanya memiliki satu pusat
tidak memiliki sudut
tidak memiliki perpotongan
semuanya menjadi satu kesatuan
aku melihat sebuah lingkaran yang indah
terdiri dari beberapa bagian yang berbeda
namun mereka menjadi satu sisi yang membentuk sebuah lingkaran
hanya menatap dari jauh membuatku tertegun
mataku tidak dapat berkedip
melihat indahnya sebuah lingkaran yang tak putus
namun ketika satu bagian hilang
itu bukan lagi sebuah lingkaran
hanyalah sebuah garis lengkung yang tak berarti
itulah keistimewaan lingkaran
semuanya menjadi satu bagian
tidak ada sisi-sisi dalam lingkaran
semuanya menjadi satu bagian
aku melihat lingkaran itu dengan jelas
namun aku hanya mampu melihatnya dari jauh
itulah lingkaran yang memberiku kehidupan
sangat indah jika dilihat dari jauh
namun ketika aku berada dekatnya
ada sesuatu yang membuatku keluar
mungkin aku hanya bisa mengaguminya dari jauh
itulah lingkaran
ketika datang dan perginya dinanti-nanti
ketika datang memberi suasana yang menyejukkan
dan ketika pergi memberi suasana yang menghangatkan
dan kini aku menantinya pergi untuk datang kembali
memberi suasana yang baru
padaku
dan aku bersyukur
karena
itu adalah
lingkaran...
Tuesday, September 2, 2008
dari sudut yang berbeda
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
5 comments:
ka tito.. wah kayanya lagi belajar bgn datar yah.. kmrn trapesium sekarang lingkaran hehehe
bahasanya keren kak.. good posting..
:)
godbless
iya..lagi dapat inspirasi aja nih..
hahaha..bisa aja nih helen..
kan gw masih remaja..jadi kalo dipuji2 lama bisa lupa diri...hehehe...
tapi dalam proses perkembangan remaja ada kemampuan untuk membaca hal yang tersirat...
hehehe....
selamat, tuan prastito!
puisinya bagus sekali..
gw dapat menebak2 sedikit, tapi mungkin lebih baik gw membiarkan tika yang menginterpretasikannya saja.. hehehhee..
iya nih..gw tunggu tika berkomentar..biasanya dia seneng dengan hal2 yang tersirat..hehehe
maaf...tapi kali ini gue gak gitu ngerti...........
nunggu tito yang menceritakan hal yang sebenarnya
Post a Comment