Monday, October 20, 2008

ayo sekolah

Jargon ini adalah sebuah jargon yang sanagat familiar di telinga masyarakat Indonesia.

Ajakan kepada seluruh komponen masyarakat agar mengikuti kegiatan wajib belajar 9 tahun. Namun, di antara sekian banyak pelajar masih ada pelajar yang lebih memilih untuk tidak sekolah ketimbang sekolah, sedangkan di sisi lain ada anak yang ingin sekolah namun tidak dapat sekolah. Namun, kali ini gw tidak akan membahas hal ini melainkan mengenai hal lain.

Sebelumnya, tulisan saya kali ini tidak berniat untuk memojokkan kaum tertentu, namun saya hanya mengutarakan pendapat saya dari sudut kacamata saya.

Saya mengajak teman-teman semua untuk berandai-andai.
Andaikan seluruh pelajar di jakarta berkumpul menjadi satu, mulai dari playgroup, tk, sd, smp, sma, kira-kira mereka akan tercukupkan berada di tanah seluas berapa hektar yah??
Lalu, andaikan tidak ada pelajar di jakarta khususnya, atau misalnya seluruh pelajar diungsikan ke luar jakarta, kira2 apa yang terjadi yah??

Sekali lagi saya tekankan, bahwa saya tidak berniat untuk memojokkan golongan tertentu...

Semuanya ini bermula ketika...
Hari senin tanggal 13 Oktober 2008, gw bangun seperti biasa dan mempersiapkan diri untuk pergi ke kampus. Namun, seperti dugaan saya sebelumnya, hari ini akan menjadi hari yang berbeda dari hari sebelumnya dikarenakan para pelajar sudah memulai lagi kegiatan belajar mengajarnya, setelah sempat terhenti selama 2 minggu lebih, karena libur lebaran.

Ketika masih minggu lalu..gw berangkat dari rumah sekitar jam 6 dan sampai di kampus kira-kira jam 7 lewat dikit. Jalanan terasa lengang dan sepi, hampir tidak ada kemacetan yang dijumpai pada pagi hari. Jalan Ciputat Raya sepi, Pasar Jumat lancar, FedEx lanjut, tidak ada halangan yang berarti, dan seolah-olah itu menjadi sebuah kota idaman. Tidak ada kemacetan. Wow..rasanya bahagia sekali melihat ibu kota lengang dan tidak ada kemacetan berarti. Kemacetan baru dimulai ketika jam masuk dan pulang kantor...

Namun..hari ini kembali ke kenyataan. Kota Jakarta mulai macet lagi pada pagi hari..Wuihh..rasanya cukup kagok..setelah melihat Jakarta lengang pada pagi hari kini sudah dibumbui kemacetan lagi..Dan pada saat itu..ketika gw berdiri di dalam bis karena tidak dapet tempat duduk..Gw berpikir, "apakabah kehadiran pelajar sebegitu besarnya kah dampaknya bagi kehidupan di Jakarta??" Mungkin, bagi teman-teman ini adalah sebuah pemikiran yang aneh..tapi pemikiran2 sperti inilah yang mengisi waktu luang gw ketika berada di dalam bis (selain tidur-red)..

Oke..kita akan menganalisa seberapa besar dampak kehadiran pelajar di Jakarta khususnya:
1. Lapangan Kerja
Karena adanya para kaum pelajar yang mungkin ada yang memang terpelajar dan ada yang kurang terpelajar (penting yah ditulis??-red) yang sangat banyak jumlahnya..memberi peluang lapangan kerja yang besar bagi penduduk Jakarta.
mari kita melakukan perhitungan:
Andaikan 1 orang guru mengajar 4 kelas yang isinya sekitar 40 orang dengan satu mata pelajaran, maka dalam satu sekolah yang isinya sekitar 1000 orang, maka dibutuhkan minimal 6 guru untuk 1 mata pelajaran. Dan katakanlah ada 8 mata pelajaran, maka dibutuhkan kira-kira 48 guru, blom termasuk pajak..eh belum termasuk karyawan..tu..satpam..ibu2 kantin..dan kepala sekolah..Oiya jangan lupain..tukang jualan depan sekolah..tukang parkir..supir jemputan (mobil..metromini..dsb)...Jadi katakanlah ada sekitar 1100 orang untuk satu sekolah yang besar..Jadi misalkan di Jakarta ada 200 sekolah besar..Jadi totalnya ada sekitar 220000 orang yang bergantung dengan sekolah..Itu masih sekolah besar..blom sd dan smp yang jumlahnya sangat banyak di jakarta ini..itu juga belom termasuk sd smp sma swasta atau stm dan smk yang jumlahnya berjibun..Dan juga tempat les yang banyak sekali jumlahnya..Jadi katakanlah ada sekitar 1 juta orang yang bergantung dengan sekolah..Itupun kalo perkiraan gw ga salah..hehehe
2. Kemacetan
Banyangkan ketika sekitar 1 juta orang keluar pada saat yang bersamaan dari rumah masing-masing yang letaknya ada di ujung-keujung. Ada yang rumahnya di bekasi sekolah di jakarta selatan, rumahnya di ciputat sekolah di jakarta mana tau..pokoknya dari ujung satu ke ujung yang lainnya dah..heehehe..pasti terjadi kepadatan yang luar biasa ketika 1 juta orang keluar ke jalan..ckckck...itulah salah satu penyebab kemacetan pada pagi hari..
3. lain-lain
ada banyak dampak yang terjadi dengan adanya begitu banyak pelajar di jakarta..contohnya kekerasan massal..Hal ini mungkin paling sulit dicegah..karena jikalau ada sekumpulan murid berseragam sekolah (khususnya sma/stm/smk) berkumpul biasanya ada sesuatu yang ga diinginkan terjadi..misalnya tawuran..selain mengganggu lalu lintas..merusak fasilitas umum..dapat menyebabkan trauma pada orang-orang tertentu dan atau dapat melukai orang lain..coba misalnya anak sd yang berkumpul..pasti pada ribut ngomongin mainan atau obrolan yang ga jelas..hehehe..kan jadinya ga tawuran..paling berantem sendiri..hehehe...
4. ehmehm...
dampak yang ini adalah ehmehm..ada lah...hehehe...(apa sih..ga jelas banget deh lo-red)(biarin aja ah..suka2 gw dong-blue)(dasar lo..orang aneh-red)
Lho..kok malah berantem..udahan ah..malu diliat orang...
pelajar adalah aset masa depan bangsa kita, alias penerus dari bangsa ini..kalau tidak ada pelajar mungkin tidak akan ada regenerasi di bangsa kita tercinta ini..
5. ga tau lagi apaan
selamat mencari efek dari kehadiran pelajar yang lainnya yah..

Jadi di atas adalah dampak dari pada pelajar menurut pandangan saya sendiri, dan jikalau teman-teman punya pendapat yang berbeda silahkan anda kirim ke email saya dan atau silahkan memposting sendiri...terima kasih...

Liburan telah lama berlalu..tugas-tugas sudah mulai menumpuk..dan ujian-ujian sudah menanti di depan mata..oleh karena itu marilah kita semangat dalam segala pelajaran hidup kita...

Ayo sekolah..eh kuliah...

No comments: