sifat dasar manusia yang tidak pernah puas membuat seberapa pun mereka telah mencapai sesuatu, pasti mereka akan menginginkan hal yang lebih lagi dari yang ada saat ini. Memang, hal itu tidak dapat dipungkiri. Dan kembali lagi..itu tergantung bagaimana kita menyikapinya. Apakah kita bisa menahan sifat dasar manusia tersebut, ataukah kita harus tunduk atas sifat tersebut.
Kebutuhan kita tidak akan pernah habis. Sama seperti sebuah prinsip ekonomi, ketika kebutuhan yang satu telah terpenuhi, maka akan timbul kebutuhan-kebutuhan lainnya.
sebagai contoh: ketika seseorang tidak bisa merasakan namanya makan nasi, ketika dia memakan nasi rasanya senang sekali, namun lama-kelamaan dia merasa bosan, dan menginginkan makanan yang berlauk, lalu ketika terpenuhi, ia ingin makan ayam, dan selanjutnya dan selanjutnya.
"Lantas, bagaimana kita bisa menyikapi ketidakpuasan kita?"
langkah pertama adalah, bersyukur. Langkah kedua adalah bersyukur, langkah ketiga adalah bersyukur, dan langkah terakhir adalah bersyukur.
Dengan bersyukur, kita membuat diri kita merasa puas atas apa yang telah kita miliki. Dan dengan bersyukur, itu berarti kita menanggalkan segala rasa ketidakpuasan kita yang berlebihan dan menikmati apa yang ada di depan kita.
sebagai contoh nyata, ada seseorang yang hanya memiliki makanan berupa nasi dan tempe serta sambal, andaikan dia tidak puas dan tidak mau menikmati makanan yang ada di depannya..apakah yang akan dia makan??
Akhirnya, ada satu hal yang perlu diingat, bahwa manusia tidak pernah puas dalam hidupnya.
Dan akhirnya, sebuah pertanyaan besar pun muncul.
"Lantas, apa yang membuat manusia merasa puas?"
Monday, March 23, 2009
tidak pernah puas
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
3 comments:
Ketika manusia mati, mungkin saat itulah tidak ada lagi kepuasan yang dia inginkan :P
gw ga puas dengan jawaban lo dil..
hehehe..
namanya juga manusia..
gue benci dengan "ekonomi"...
hidup farmasi!!
hahahaha...
Post a Comment