Monday, March 5, 2012

celana

jika anda sering pergi ke dalam mall atau pusat perbelanjaan yang katakanlah cukup elit di kota jakarta.. anda pasti akan mengerti mengenai apa yang akan saya tulis pada kesempatan ini.. ya pemandangan ini sudah tidak lazim lagi di dalam mall di kota jakarta.. pemandangan yang menurut sebagian orang bisa dianggap baik dan sebagian orang menganggap buruk dan sebagian berpendapat netral.. saya tidak berusaha memihak ke satu sisi atau condong ke sisi yang lain.. tapi baiknya kita melihat ini dengan mata yang jernih dan pemikiran yang kritis..

menurut pengamatan saya, tren ini sudah mulai berkembang sekitar 2-3 tahun yang lalu sampai sekarang.. tren ini sangat kental di kalangan pemuda dan remaja, khususnya bagi cewek-cewek masa kini.. mungkin teman-teman sudah bisa menduga tren apakah ini.. jikalau belum, saya akan memberitahukannya.. tren tersebut adalah penggunaan hot pants, ya sebetulnya saya tidak tahu apa jenis celana secara tepat, tapi dengan kata lain itu adalah celana pendek yang sangat pendek dan biasanya terbuat dari bahan jeans atau bahan lain yang nyaman dipakai..

sebetulnya saya tidak begitu mempermasalahkan pemakaian celana tersebut.. namun saya lebih menitikberatkan kepada sebab akibat yang ada.. banyak orang menggunakan celana tersebut karena alasan kenyamanan dari penggunanya.. ya memang tidak dipungkiri bahwa memakai celana pendek lebih nyaman karena kaki anda bebas bergerak dan lebih leluasa.. alasan lainnya adalah karena celana pendek tersebut membuat diri kita tidak merasa kepanasan.. ya namanya juga hot pants.. berarti dipakai pada saat panas kan *sok tahu*

mungkin ada alasan-alasan lain yang dikemukakan oleh beberapa orang mengenai hal ini.. mungkin pembelaan diri dari para pengguna celana tersebut.. ingat posisi saya di sini bukan sebagai hakim atau orang yang setuju dengan pemakaian pakaian yang menutupi seluruh tubuh.. hehehe.. tapi marilah kita lihat bersama-sama apakah anda pernah melihat orang yang menggunakan celana tersebut seliweran di jalan raya, atau terminal bis, atau dalam kendaraan umum yang padat dan panas?? saya akan menduga jawaban anda semua adalah tidak, atau dengan kata lain jarang..

ya.. saya pun juga berpendapat sama dengan anda.. bahkan mungkin hanya 1 atau 2 orang saja yang "berani" menggunakan celana tersebut di tempat-tempat yang saya sebutkan di atas.. ya itulah hasil pengamatan singkat dari saya.. padahal justru di tempat seperti terminal atau bis kota itulah sebetulnya celana tersebut cocok digunakan berdasarkan dua alasan di atas.. kedua tempat tersebut membutuhkan kenyamanan diri sendiri dan kedua tempat tersebut adalah tempat yang panas.. tapi buktinya mereka malah memakainya di dalam mall yang justru sudah nyaman dan tidak panas.. apalagi mall elit.. hampir seluruh mall dilengkapi dengan pendingin ruangan, jadi sangat sungguh tak masuk akal apabila mereka menggunakan celana itu karena panas di dalam mall.. buktinya saya selalu kedinginan ketika berada di salah satu mall elit di kawasan jakarta selatan..

oke.. kita lupakan tempat panas tersebut.. jika alasan demi kenyamanan yah memang tidak bisa dipaksakan dan dipertanyakan lagi.. tapi sesungguhnya gw agak ragu sih tentang hal itu.. perlukah memakai celana yang sependek gitu.. bukankah yang agak gombrong dikit lebih enak.. oke mungkin menurut hipotesa saya.. sekali lagi ini hipotesa saya.. bahwa anak muda jaman sekarang memakai celana tersebut untuk terlihat lebih atraktif atau dengan kata lain lebih cantik dan seksi.. mungkin dengan cara tersebut bisa memikat gebetan mereka atau apalah.. tapi jikalau anda perhatikan, justru semakin sedikit orang dewasa (dalam hal ini yang sudah bekerja ke atas) yang menggunakan celana tersebut.. yah itulah fenomena yang ada dalam pengamatan singkat saya..

okelah.. katakanlah itu adalah cara mereka dengan sesama mereka.. namun ketika mereka berpergian dengan orang tua mereka.. banyak pula yang memakai celana tersebut.. heii.. gw sungguh ga ngerti.. di satu sisi terhadap orang tua mereka.. apakah orang tua mereka tidak berpikir untuk menegur anaknya supaya memakai pakaian yang "lebih pantas".. tak takutkah orang tua mereka ketika banyak mata dari para lelaki yang melihat kepada anak mereka dengan tatapan yang seperti itu.. apakah mereka terlalu cuek terhadap pandangan-pandangan tersebut?? wah ternyata ini lebih parah daripada yang saya duga.. jika kita menganggap celana tersebut wajar karena itu adalah pergaulan di antara anak muda jaman sekarang, bagaimana ketika dengan orang tua mereka.. itu adalah hal yang sama sekali berbeda..

yah.. mungkin dengan menggunakan celana tersebut di dalam mall mereka merasa lebih percaya diri atau apa ya.. tapi jangan salahkan para lelaki yang ada di dalam mall ketika menatap anda.. dan ketika anda merasa terganggu anda tidak punya hak sebetulnya untuk marah.. you make your own risks.. tapi apakah sebetulnya mereka merasa nyaman dengan pandangan orang-orang di sekitar.. atau justru mereka malah menikmatinya ketika mereka menjadi pusat perhatian.. ya mereka mencari jati diri mereka.. karena umumnya mereka seumuran sd-sma mungkin ada pula yang sudah menyandang status mahasiswa.. tapi tak begitu banyak..

jika kita menganggap hal itu adalah lumrah dan kebebasan bagi setiap orang.. lantas bagaimana ketika mereka menggunakannya ke tempat-tempat yang membutuhkan tingkat "kesopanan" yang tinggi.. apakah hal itu menjadi tetap kebebasan mereka.. sejujurnya ya mereka bebas untuk memakai apapun, bahkan secara ekstrim, tidak memakai apapun juga merupakan hak mereka masing-masing.. kecuali jika di satu tempat terikat dengan yang namanya kewajiban.. namun bagaimana dengan norma dan adat istiadat memandangnya.. itulah yang menjadi batasan umum bagi kita dalam bertindak.. dalam hal ini berpakaian..

tempo hari gw habis memprotes (baca: menegur) adik-adik saya yang masih sma dalam hal berpakaian.. jadi waktu itu mereka mengadakan evaluasi tentang acara natal yang mereka buat.. dan kebetulan saya datang evaluasinya.. dan saya ingin membahas tentang hal "kesopanan" ini.. kalo boleh dibilang secara jujur.. ada beberapa orang yang merasa risih mengenai hal ini.. tapi tidak ada yang berani untuk mengutarakannya secara langsung.. berhubung saya adalah figur yang cukup senior dan dihormati.. akhirnya saya berani untuk mengutarakan hal ini.. walaupun dalam hati sejujurnya saya sangat sangat sangat tidak enak sekali ngomongnya.. tapi sesuatu yang salah harus segera dibenahi supaya tidak menjadi tambah buruk..

ya di acara yang sebetulnya formal.. malahan sangat formal.. karena acara ini adalah kebaktian.. ada orang yang memakai pakaian yang menurut saya itu "kurang sopan".. oke tidak celana sependek itu juga sih ya.. tapi rok sependek itu.. atau lebih panjang dikit lah.. tidak semuanya, namun justru kebanyakan dari para panitia malahan dibandingkan dengan jemaat yang hadir.. dan saya rasa itu adalah hal yang ga cocok dan ga etis.. meskipun itu adalah kebebasan bagi setiap orang.. beberapa tahun yang lalu saya juga pernah ke gereja dan menemukan ada beberapa anak muda yang memakai celana sependek itu, okeh lebih panjang sediiikiiit deh.. dan jujur saya kaget melihat hal itu.. ternyata mereka tidak bisa membedakan mana yang boleh dan "tidak boleh"

setelah saya berbicara mengenai hal itu.. saya jadi agak panik.. hahaha.. dan mereka ga bisa berkomentar banyak dan saya ga bisa berkomentar banyak juga.. jadilah tensi sempat meninggi di situ.. karena saya sendiri merasa bahwa saya telah melewati batas yang boleh saya lalui dan tidak boleh saya lalui.. namun itu tetaplah hal yang salah dan tidak benar.. oleh karena itu saya menegur dan menulis tulisan ini.. coba bayangkan ketika di sebuah pemakaman ada orang yang datang dengan menggunakan celana sependek itu.. apa respon anda?? apalagi jika anda menghadap kepada YME dengan menggunakan celana sependek itu.. wow.. no comment..

begitulah pandangan dan pengalaman saya terhadap realita yang terjadi saat-saat ini.. entah harus senang atau harus sedih.. cantik tidak selalu berpakaian seksi atau terlihat atraktif.. namun kecantikan sesungguhnya memancar dari hati melalui perkataan dan perbuatan..

tetaplah memandang dengan mata yang jernih..
cheerss...

No comments: