terpampang sebuah pintu kayu yang indah
aku mengamatinya dan pintu terbuka
cahaya terang keluar dari dalam
begitu aku di dalamnya
terlihat sebuah ruangan yang sangat luas berwarna putih
dua bola mencari sudut di dalamnya
tapi aku tak menemukan apapun selain warna putih
dunia itu sangat luas
tidak ada yang tahu seberapa luasnya
tidak ada yang tahu seberapa dalamnya
aku kembali mencari dan mencari
sampai kutemukan warna lain selain warna putih
kulihat, sekilas, warna merah di atas putih
merah darah di atas putih cemerlang
penderitaan di atas kemewahan
kucoba untuk memperhatikan kembali warna itu
tetapi mataku, kedua bola mataku tak sanggup
tak sanggup aku menatapnya
aku berjalan sampai membelakanginya
rasa hati ingin melihat dengan jelas
tapi mataku sungguh tak sanggup
tak sanggup melihat penderitaan itu
warna itu menghilang dan aku tak menyadarinya
sesal, tak ada guna
sesal, hanya menambah gundah gulana
kucoba untuk membayangkan kembali
dan kuingin melihatnya, menerka warna yang terpapar
namun, tak bisa kuingkari bahwa aku tak sanggup
mataku tak sanggup
untuk berkata bohong
untuk bersikap tegar
nyatanya
aku hanyalah manusia,
manusia biasa
di tengah kotak yang tak berujung
Sunday, December 9, 2012
kotak tak berujung
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment