duduk, sendiri..
termenung menatap keluar
hanya tatapan kosong yang terpancar
seolah mengharapkan sesuatu dengan sangat
hujan, turun pada malam itu
hawa dingin semakin menguat
matanya tetap kosong
menatap dari balik kaca
pandangannya tidak berubah
menahan dinginnya cuaca
tetap kuat
tetap tegar
aku mulai mengabaikannya
sampai kusadari ada yang berbeda
tatapannya berbeda
tatapan senang dan sedih
kulihat dia mengamati sesuatu
matanya diam terfokus
bergegas, ingin beranjak
namun dirinya hanya bisa terpaku
memandang dari jauh
hujan semakin deras
bergelora dalam hatinya
namun pelangi muncul
duka dan suka bercampur
kembali termenung dan terdiam
memandang tanpa batas
hanya ada selembar kaca
kaca yang berembun karena hujan
mengalihkan pandangan
karena dia tahu,
ada kaca yang tidak bisa ditembusnya
selembar kaca antara pikiran dan perasaannya
No comments:
Post a Comment