Monday, October 14, 2013

sebuah judul tak akan pernah cukup

ada beberapa hal yang seharusnya bisa gw lakukan dari dulu.. ada beberapa hal yang memang bisa dilakukan.. tapi gw ga pernah mewujud-nyatakannya.. gw ga pernah mengungkapkannya.. dan semuanya itu terasa berat..

ini bukan cerita sedih.. bukan pula cerita bahagia.. hanya sekedar ungkapan hati dari penulis..

ini telah berlangsung sejak lama, bahkan terlalu lama.. mencoba untuk berbagi.. mencoba untuk menahan semua yang ada.. jalan yang berliku terasa indah dengan pemandangan yang luar biasa dari atas sana.. namun jalan berliku tetaplah jalan berliku.. itu adalah hal yang sulit untuk dilalui.. terlalu banyak usaha yang harus dilakukan..

mendaki ke atas dan mencoba bertahan di atas sana.. pemandangan yang luar biasa ketika anda bisa berbagi dengan orang yang anda kasihi.. waktu yang terasa bisa menjadi waktu yang sangat memorable.. dan anda tak ingin pergi dari sana.. waktu yang terlalu indah untuk segera beranjak..

namun, kusadar bahwa aku terlalu lama di atas gunung.. beranjak dari atas gunung dan menjalani jalan lain yang harus kutempuh..

hal yang kulalui ini terasa pahit.. perjalanan yang kutempuh ini menguras keringat dan tenaga.. tapi pada akhirnya kusadar bahwa di atas gunung akan ada pemandangan yang sangat luar biasa.. yang tak akan bisa kulukiskan dengan gambar maupun kata-kata.. bahkan memori yang membekas tak cukup untuk menggambarkannya..

momen yang indah,, tak akan pernah terganti.. waktu yang terlalui, tak akan pernah kembali..

ini adalah momen yang gw tunggu-tunggu.. tapi nyatanya saya tak berdaya pada waktunya.. hanya diam dan tidak mengekspresikan apa-apa.. seharusnya saya bisa mengungkapkan apa yang saya rasa.. namun malahan memendamnya dalam hati yang paling dalam.. karena perpisahan bukanlah hal yang indah..

bahkan di tempat seramai ini pun saya mampu untuk menangis.. karena nyatanya.. saya sangat bersedih.. bersedih karena bahagia.. dan juga bersedih karena kehilangan.. ucapan pamit sudah keluar.. dan tampaknya memang saya harus pergi.. semua sudah di luar batas.. saya tak bisa terus memaksa kondisi yang ada..

melihatnya bertumbuh.. melihatnya tertawa.. melihatnya menangis.. ada rasa memiliki yang muncul.. tapi saya sadar bahwa itu bukan hak saya.. saya tak bisa memilikinya.. saya tak bisa menjaganya selamanya.. ya.. saya harus belajar untuk melepasnya.. demi kebaikan semua orang..

namun, satu penyesalan yang muncul adalah karena saya tak pernah mengungkapkan.. tak pernah menunjukkan ekspresi.. seolah-olah saya hanyalah benda mati yang tak berperasaan.. namun sesungguhnya.. saya hanyalah manusia biasa yang bisa merasa sedih.. yang bisa lelah dan terluka.. dan yang bisa menangis..

mungkin terlalu banyak harapan yang ingin saya ungkapkan.. terlalu banyak waktu yang ingin saya tetap jaga..

semuanya akan terasa berbeda sekarang.. ya ini akan berasa berbeda..

ya, bahkan di saat terakhir.. seharusnya saya bisa berkata bahwa saya mengasihinya.. bahwa saya sangat mengasihinya..

yes Lord, you know that I love them.

No comments: