Friday, February 7, 2014

menjadi dewasa

ada orang yang bilang bahwa kehidupan sesungguhnya dimulai ketika dia lulus sma.. namun itu salah, karena sebenarnya kehidupan sesungguhnya baru dimulai ketika anda lulus dari kuliah.. dan statement itu tidak sepenuhnya tepat karena kehidupan anda baru dimulai ketika anda sudah memasuki dunia pekerjaan.. dan nyatanya kehidupan sesungguhnya baru dimulai ketika anda menjalin rumah tangga atau dengan kata lain menikah.. dan itu tidaklah lengkap kalau anda belum memiliki anak.. dan kehidupan baru dimulai ketika anak anda sudah remaja..

berkaitan tentang remaja.. yang menurut sumber yang saya baca berkisar antara umur 14-21 tahun.. yang dimana saya 4 tahun yang lalu menulis sesuatu tentang menjadi dewasa.. sebetulnya gw ga suka menjadi dewasa.. banyak hal yang berubah. dan selama 4 tahun berlalu menjadi dewasa bukanlah sesuatu yang gampang.. melainkan sangat sulit.. banyak perubahan yang harus dilakukan jika kita ingin menjadi dewasa.. sekali lagi umur bukanlah ukuran mutlak mengenai tingkat kedewasaan seseorang.. tapi umur sangat mempengaruhi bagaimana sikap kita sehari-hari.. adakah seseorang yang berumur 30 tahun berlaku seperti anak umur 10 tahun.. ya mungkin ada kesamaan.. namun seiring bertambahnya umur kita "dipaksa" untuk menjadi dewasa..

menjadi dewasa sangat erat kaitannya dengan perubahan sikap dan terutama perubahan pola pikir.. jika kalau kita selama kuliah atau sekolah masih bisa bersikap masa bodo tentang mata kuliah atau nilai.. hal ini seharusnya tidak nampak lagi ketika kita sudah bisa disebut dewasa.. seharusnya kita tidak bersikap masa bodo.. melainkan ada rasa tanggung jawab yang harus kita tunaikan apapun dan siapapun kita sebenarnya.. posisi inilah yang sebetulnya sulit diterima bagi kebanyakan orang.. terutama bagi mereka yang sudah terbiasa santai dan dimanja oleh manisnya kehidupan.. tanggung jawab bukan hanya mengenai pekerjaan yang kita lakukan sekarang tapi banyak hal yang termasuk di dalamnya..

berkaitan lagi dengan dewasa.. gw mengingat diri gw sudah menginjak umur 24 tahun.. yang menurut unesco merupakan batas umur bagi seseorang yang dianggap muda (youth).. dan orang muda dikenal tentang sifatnya yang ceroboh tanpa berpikir panjang.. kembali di umur yang segini gw berpikir dan menyadari bahwa seharusnya gw sudah semakin matang dan bersifat dewasa.. dan tak terasa ya bahwa umur gw sudah memasuki usia yang keduapuluhempat.. dan 10 tahun yang lalu gw baru masuk sma lho.. oiya mengingat umur dan tingkat kedewasaan.. gw inget temen gw pernah bilang bahwa gw terkadang menjadi orang yang "totally immature".. dan gw cukup kaget.. tapi gw inget bahwa gw memang masih di tahap seperti itu.. ada kalanya gw totally immature tanpa di sengaja.. dan ada kalanya gw memilih untuk menjadi orang yang totally immature karena alasan tertentu.. bukan bermaksud untuk membela diri gw sendiri.. tapi kalian tahu lah.. dan ketika gw kumpul sc dengan angkatan gw.. gw mendapati bahwa diri gw sudah banyaaak berubah dari yang dulu.. gw yang sekarang terasa lebih dewasa.. bukan dari gaya berpakaian gw.. tapi dari pola pikir gw.. itu kata temen gw sih..

menjadi dewasa berarti berpikir panjang dan tidak fokus kepada diri sendiri.. hal ini sebetulnya sangat erat dengan menjalin keluarga.. sebagai contoh gw ambil dari keluarga diri gw sendiri.. sekarang gw berumur 24 tahun dan orang tua gw berumur 58 tahun.. berarti gw dilahirkan pada saat ibu gw berusia 34 tahun.. dan sebetulnya secara medis.. umur segitu sudah memiliki resiko yang cukup tinggi untuk melahirkan (butuh konfirmasi lebih lanjut).. nah gw adalah anak bungsu dan jarak antara gw dan kakak-kakak gw adalah empat tahun.. jadi ketika kakak gw yang paling sulung dilahirkan.. orang tua gw berumur 26 tahun.. berarti dengan kata lain orang tua gw menikah pada umur 25 tahun.. jadi katakanlah jika nanti gw menikah, istri gw akan berumur 25 tahun, yang berarti gw akan menikah umur 27 atau 28 tahun, which is 3-4 tahun lagi.. katakanlah persiapan untuk pernikahan itu adalah satu tahun.. karena kita harus booking tempat resepsi 1 tahun sebelum acara.. dan dari acara lamaran sampai persiapan itu katakanlah 1 tahun.. berarti seharusnya itu ketika umur gw 26 tahun.. dan dari tahap pacaran sampai yakin dia adalah orang yang tepat katakanlah membutuhkan waktu selama 1-2 tahun.. yang seharusnya tahun ini gw sudah punya pacar.. dan jika ingin sesuai rencana tadi, ketika gw berpacaran yang sekarang adalah persiapan yang serius untuk ke depannya.. dan bukannya untuk main-main lagi.. meenn.. gw udah terlalu tua untuk main pacar-pacaran lah..

satu hal yang membuat gw berpikir kenapa gw pengen menikah di umur segitu adalah gw ga mau meninggalkan bakal calon anak gw ketika dia masih kecil.. dan sekarang, di posisi gw saat ini.. gw juga sudah harus memikirkan bagaimana kehidupan kedua orang tua gw pasca pensiun.. ya.. sebagai anak itu kewajiban gw untuk membantu orang tua.. setelah sekian lama mereka mengasuh gw.. well, sebetulnya banyak yang ada di pikiran gw ini.. banyak hal yang gw pikirkan.. jadi saat ini gw ga bisa memikirkan hal-hal yang sebetulnya kurang penting.. really.. gw harus sudah bisa mengelola uang untuk kehidupan gw dan untuk tabungan gw nantinya.. dan kehidupan dewasa tidak akan menjadi lebih mudah seiring berjalannya waktu.. dan jika seorang muda mengeluh hidupnya sulit dan minta dimengerti oleh orang tua.. gw pribadi beranggapan bahwa dia masih anak-anak.. meskipun pada kenyataannya ada beberapa kasus di mana beban yang dihadapi oleh anak muda mungkin lebih besar daripada orang dewasa..

pada awal tahun gw sempet diajukan pertanyaan ini pada saat sharing.. "di tahun ini, kalian akan berharap ini menjadi tahun apa?" banyak yang menjawab tahun ini akan menjadi tahun berkat, atau tahun promosi, atau apapunlah itu yang baik-baik.. tapi jawaban gw adalah ini 'just another year'.. gw tahu tahun ini adalah tahun yang banyak perubahan.. ekonomi mungkin akan tidak stabil karena ada pemilu di indonesia.. tapi salah satu resolusi yang gw pegang untuk tahun ini adalah.. gw ga mau mikir di tahun ini.. yang berarti bahwa gw ga mau kuatir atas apapun yang terjadi di tahun ini.. well bukan berarti gw ga mencanangkan sesuatu di tahun ini.. tapi gw ga mau berpikir terlalu dalam atas apa yang terjadi.. dan gw ga mau galau lagi, yang menunjukkan bahwa gw sudah bisa bersikap lebih dewasa dalam menghadapi keadaan.. dan mencoba untuk tidak mengeluh lagi dalam kehidupan gw.. sebetulnya ada kisah yang menarik.. dan mungkin gw akan ceritakan di lain waktu.. ya dan bersikap dewasa berarti bisa mengendalikan pikiran kita dengan baik dan bertindak sesuai apa yang kita pikirkan.. yang berarti konsistensi dan integritas..

ada beberapa teman gw yang berada di luar kota untuk menyelesaikan tugasnya sebagai seorang pekerja.. ada yang menginap dengan kopasus selama dua bulan.. ada pula yang bekerja di luar kota selama satu tahun untuk pengabdian.. dan gw tahu bahwa kehidupan mereka juga sulit.. mereka mengalami banyak tekanan yang ada di luar sana.. tekanan dari luar maupun dari dalam batin sendiri.. dan gw yang ada di jakarta pun mengalami tekanan yang sama.. dan satu hal yang merupakan kesamaan adalah kita mempunyai tanggung jawab di tempat kita masing-masing.. terkadang kita merasa bahwa ada beban berat yang merintangi jalanan kita.. ya seiring berjalanya waktu banyak hal yang terasa berat.. namun semua itu kita bisa lalui berkat orang-orang tersayang yang ada di dekat kita..

menjadi dewasa bukanlah hal yang mudah.. banyak pengorbanan yang harus kita lakukan demi mencapai ke tingkat kedewasaan yang lebih tinggi lagi.. semakin hari semakin tinggi.. sampai akhirnya kita semua kembali ke rumah Bapa.. destinasi akhir bukanlah sesuatu yang penting lagi.. karena kita semua tahu bahwa kita akan kembali ke rumah Bapa.. namun bagaimana kita melaluinya adalah permasalahan yang lain.. apakah kita melalui hari-hari di hidup kita dengan semakin dewasa atau masih menjadi anak-anak?

"banyak orang yang berani untuk mati, namun berapa banyak orang yang berani untuk hidup?"

No comments: