Sunday, October 14, 2018

do right now

ada pepatah yang berkata "jika kamu ingin marah, maka marahlah lima menit kemudian".. namun mungkin hal ini hanya berlaku untuk konteks marah.. andaikan kata "marah" diganti dengan kata yang lain yang bermakna positif, maka hal ini menjadi hal yang cukup aneh, kalau saya tidak boleh berkata sangat aneh.. sesuatu hal yang baik biasanya semakin cepat dilakukan maka semakin baik pula lah.. meskipun kita harus tetap memperhatikan momen dan waktu. tapi yang tercepat adalah yang menjadi juara bukan?

ya memang bila dalam perlombaan maka yang tercepat dialah yang menjadi juaranya, lantas apakah hal itu berlaku juga dalam kehidupan kita sehari-hari? kalau boleh saya katakan, ya untuk sebagian besar kasus, yang tercepat biasanya dialah yang akan mendominasi.. tapi memang tidak dapat dipungkiri ada faktor lain dari yang terkemudian akan bisa menjadi yang terdahulu.. ya semua kemungkinan itu akan ada.. tapi pertanyaannya, kalau bisa jadi terdahulu, mengapa harus menjadi yang terkemudian? kalau bisa lebih cepat kenapa harus jadi lebih lambat?

hal ini menjadi sesuatu yang menjadi refleksi buat diri gw sendiri, karena sejujurnya gw bukan orang yang sangat rajin untuk melakukan sesuatu, gw biasanya menunggu momen atau saat-saat tertentu.. biasanya gw menunggu either itu di momen-momen terakhir atau momen-momen tertentu untuk melakukan sesuatu, kalau bahasa kerennya adalah procastinating..

gw tahu betul bahwa itu adalah hal yang buruk buat gw, well, menunda pekerjaan pada dasarnya adalah buruk, karena itu tidak hanya tidak menyelesaikan masalah, namun menimbulkan masalah yang lain, yang biasanya adalah pekerjaan itu akan menumpuk.. namun ada momen-momen khusus di mana ada baiknya kita mengatur waktu dengan baik sehingga pada saatnya kita bekerja, kita bisa bekerja.. bingung kan? sama gw juga bingung jelasinnya gimana.. tapi ya intinya gitu lah..

sejujurnya, dan sebetulnya gw punya banyak banget pengalaman yang mulai dari biasa aja sampe yang pahit bahkan pahit banget ke ubun-ubun gara-gara ini satu hal, menunda pekerjaan.. (atau mungkin mengantisipasi waktu)

gw ambil contoh ketika gw malas mencuci.. gw biasanya mencuci kalo niat doang.. dan tiba-tiba pakaian gw habis.. nah trus gimana dong kalo belum dicuci apa yang gw pakai? hahaha.. atau misalkan contoh-contoh lainnya kaya misalkan ada sesuatu yang gw suka, contohnya game.. gw mengincar game itu dan dia sedang diskon sampai tanggal sekian.. nah trus gw menunda-nunda sampai waktu batas terakhirnya dan ternyata gw kelewatan dan gak jadi beli game itu..

kalau contoh ekstrim-nya sih.. sudahlah gw gak mau mengingat-ingat itu lagi.. karena rasanya sakit ketika gw mengingat hal-hal tersebut, lebih baik gw memikirkan hal yang lain, meskipun tetep sedih juga sih.. yahh, life is complicated, isn't it?

gw tipikal orang yang menunda-nunda sedangkan bokap gw adalah tipikal orang yang harus dikerjakan saat itu, kadang gw emang kesel kalo disuruh dan langsung untuk ngerjain, tapi kalo ntar-ntaran biasanya gw suka lupa hehehe..

kadang meskipun kita sering jatuh menghadapi masalah yang sama, kita enggan untuk belajar, kita enggan untuk berubah, meskipun itu demi sesuatu yang baik..

mungkin kata enggan kurang pas, tapi mungkin kata sulit menjadi sesuatu yang berbeda maknanya.. sebuah kebiasaan yang dari dulu sudah dibangun memang sulit untuk diubah, namun bukannya tidak bisa.. butuh ketekunan dan determinasi yang tinggi untuk merubahnya..

so, bagaimana kalo kita mulai besok untuk berubahnya?

No comments: