Monday, September 28, 2020

menjadi rileks

 ketika gw sedang berdiam diri dan membaca sebuah buku, gw menemukan sesuatu hal yang menarik yang digambarkan oleh penulis buku tersebut.. kurang lebih isinya begini:

'terkadang kita merasa bahwa kita ingin pergi ke suatu tempat untuk merasakan rileks, kita ingin untuk pergi ke wilayah pedesaan atau pegunungan untuk 1-2 hari dan bersantai di sana.. namun terkadang kita gak bisa, kita stuck di tempat di mana kita berada, memikirkan bagaimana kita bisa rileks di tempat tersebut'

hal ini menarik karena gw selalu menggambarkan suasana untuk gw bisa rileks adalah ketika gw berada di pegunungan ditemani dengan angin sepoi-sepoi dan pemandangan hehijauan yang membuat gw senang.. atau ketika gw dulu sering sekali setelah pulang kantor pergi ke coffee shop (baik sendirian ataupun tidak sendirian) hanya untuk duduk-duduk sekitar setengah jam atau satu jam dan melihat ke luar ke jalan ataupun melihat ke lalu lalang orang-orang yang membeli di tempat tersebut.. atau kadang gw hanya mendengarkan lagu dan sesekali menulis di notes kecil yang gw bawa..

terkadang, gw merindukan hal tersebut.. ya tentu saja apalagi dengan kondisi saat ini dimana semua berasa adalah bahaya dan terlebih lagi, tidak ada tempat yang buka untuk makan/minum di tempat.. dan ya tentu saja gw merindukan hal tersebut.. sekedar untuk merasakan kondisi rileks yang gw impikan atau gw bayangkan..

namun, rileks tidak dibatasi oleh tempat..

kita dimanapun sebetulnya bisa menjadi rileks, karena rileks adalah state of mind kita, dimana kita bisa merasakan santai dan menikmati hari-hari yang ada.. waktu-waktu yang ada saat ini.. atau bahkan kita bisa menikmati hal-hal kecil yang terjadi di dalam kehidupan kita.. dan dimanapun kita bisa rileks sebetulnya.. tapi gambaran idealis kita lah yang membuat seolah-olah rileks harus pada seperti kondisi seperti ini atau seperti itu.. memang tentunya situasi kondisi lingkungan bisa membantu kita untuk menjadi lebih rileks.. dan itu memudahkan.. namun karena rileks adalah state of mind kita, itu hanyalah ada dalam pikiran kita saja..

dan tentu saja, rileks dalam kondisi situasi yang kurang baik membutuhkan keahlian khusu..

namun hal ini membuat gw sadar, bahwa ide-ide atau bayangan-bayangan kitalah yang justru menutup pintu kita sendiri untuk bisa menikmati hari-hari yang akan kita jalani.. kita berpikir bahwa setelah hal ini, gw akan baru bisa rileks.. atau setelah hal yang itu gw dapati, gw akan bisa memulai hidup gw.. kenyataannya hidup sudah dimulai.. dan kita bisa menikmati hal itu, dimulai dengan hari ini. saat ini. dan kita merasakan rasa tenang di tengah kondisi apapun. karena kita berada di hari ini, itu sudah cukup.

No comments: